Archive dari 'NGGAK SERIUS' Category

06 June 2010M | 24 Jumadil Akhir 1431H jam 07:07

 

Di Bali masyarakat menyebutnya dengan teluh. Bila di daerah Lombok atau Sasak, jenis santet dikenal dengan nama Selaq. Begitu juga di bagian Sumbawa yang dikenal dengan nama ilmu sumbawa, pengertian santet sama dengan swanggi, nama itu bahkan meluas sampai ke Nusa Tenggara Timur.
 
 Berbicara mengenai santet di Indonesia sudah jelas semua orang sudah mengenalnya. Tetapi baru sebatas nama bukan sampai ke akar-akarnya, sebab sebagian orang hanya tau bahwa santet itu adalah kilatan bola api yang terbang dan jatuh pada rumah seseorang, yang akhirnya menjadi penyakit. 
 
Santet itu adalah suatu kekuatan yang dahulu kala hanya digunakan oleh para orang-orang sakti untuk melakukan perang peteng. 
 
Perang peteng atau perang gaib itu dilakukan oleh dua atau lebih orang sakti dari jarak jauh. Kekuatan pengiriman energi serta sarana yang dipakai akan menyebabkan terjadinya kepulan api saling menyambar di udara. Bahkan api tersebut meledak-ledak di atas pekarangan rumah yang melakukan perang gaib tersebut. 
 
Hanya saja di jaman sekarang ini santet diidentikkan dengan kekuatan ilmu hitam yang mematikan. Hal itu merupakan suatu penyelewengan ajaran kebatinan, yang dilakukan oleh seseorang. Juga memungkinkan sekali di jaman kerajaan dahulu, santet digunakan untuk menundukkan musuh yang mengancam keamanan kerajaan.  Baca Selengkapnya »
Share on Facebook

25 March 2010M | 10 Rabiul Akhir 1431H jam 19:20

Assalamualaikum Wr Wb

Siapa yang tidak kenal R.A. Kartini, seorang pahlawan nasional Indonesia, penggagas persamaan hak wanita terhadap pria (baca: emansipasi). Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

15 March 2010M | 00 Rabiul Akhir 1431H jam 21:22

 Kita sama-sama maklum bahwa manusia akan meninggalkan dunia, dan semua manusia yang hidup di dunia ini akan memasuki alam akhirat, timbullah dua pertanyaan dalam hati kita :

Kalau kita meninggalkan dunia, apakah yang paling bailk kita tinggalkan di dunia ini ?, apakah tidak perlu ada yang kita tinggalkan di dunia ini ? seperti meninggalnya cacing ?, apakah perlu harus ada yang kita tinggalkan di dunia ini ?.Kalau toh gajah meninggalkan gading, si macan meninggalkan belang, mengapa kita sebagai manusia makhluk yang begitu mulya, tidak ada yang patut kita tinggalkan ?. Kalau toh ada yang perlu kita tinggalkan, apakah yang paling baik kita tinggalkan didunia ini ?.

Dan kalau kita memasuki alam akhirat, apakah yang paling baik kita bawa kesana ?

Dua pertanyaan ini dijawab oleh Rosululloh S.A.W. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

Bahaya Mie Instant

Oleh: Si Pincang
15 February 2010M | 29 Safar 1431H jam 17:59

 

  

MAKSUD hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

KERA JADI RAJA

Oleh: Si Pincang
13 February 2010M | 27 Safar 1431H jam 09:50

 

Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu, tapi tidak sampai mati. Sang Raja Sakit serius. Penghuni hutan rimba jadi gelisah. Mereka sementara tidak mempunyai Raja lagi. Tak berapa lama seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. Pertama yang dicalonkan adalah Macan Tutul, tetapi macan tutul menolak. "Jangan, melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang," ujarnya. "Kalau begitu Badak saja, kau kan amat kuat," kata binatang lain. "Tidak-tidak, penglihatanku kurang baik, aku telah menabrak pohon berkali-kali." "Oh! mungkin Gajah saja yang jadi Raja, badan kau kan besar..", ujar binatang-binatang lain. "Aku tidak bisa berkelahi dan gerakanku amat lambat," sahut gajah. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

MALIN KUNDANG

Oleh: Si Pincang
12 February 2010M | 26 Safar 1431H jam 09:24

 

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga yang memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

12 January 2010M | 25 Muharram 1431H jam 14:19

SELAMA ini sejarah dan nuansa Islami ada di Tanah Arab sehingga banyak yang pergi cuma umroh saja. Padahal kalau mau umroh, perlu juga diikuti dengan mengunjungi kota-kota sejarah Islam seperti Spanyol di Eropa. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

12 January 2010M | 25 Muharram 1431H jam 14:04

 

Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

12 January 2010M | 25 Muharram 1431H jam 13:46

 

Sejumlah ahli sejarah berpendapat bahwa pusat kerajaan Sriwijaya adalah Palembang, di mana ditemukan banyak prasasti peninggalan Sriwijaya. Yang lain meletakkannya di Teluk Bandon (sekarang wilayah Muang­thai), di Jawa, di Perak, di Jambi, dan di Muaratakus (Riau). Hal ini berda­sarkan pada rekonstruksi peta-peta yang menunjukkan nama-nama tem­pat yang disebut dalam berbagai sum­ber asing dan catatan perjalanan para pedagang raja zaman itu, di sam­ping aneka cerita rakyat tentang Raja Sriwijaya. Walaupun begitu, mung­kin saja setiap versi masing-masing me­miliki kebenaran. Sebab sebagai ne­gara maritim yang kaya dan dinamis seperti Sriwijaya, berpindah-pindah ibukota dalam rentang waktu lebih da­ri lima abad bukanlah suatu hal yang mustahil. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook

Kami Latah !

Oleh: Si Pincang
08 December 2009M | 20 Dzulhijjah 1430H jam 08:22

 

Kami memang latah!

Ketika ada kucing baru-nya pak jebdral A lewat, seorang jendral lain, jendral B  karena terkejut mengumpat " kucing cluthak(rakus) ". Anak sang jendral B,  mengetahui hal itu ikut-ikutan menyeru"Kucing Cluthak". Setelah Jendral B tahu  kalau kucing itu milik si Jendral A, karena malu si Jendral B diam sambil ngeloyor pergi.

Tapi kita memang latah, ketika anak sang jendral B karena terlanjur menyeru " Kucing Cluthak" kita ikut-ikutan mengumpat kucing yang yak tahu apa-apa itu. Ada peraturan terselubung" Sesama jendral tidak boleh saling membantai" yah.. apa boleh buat, bagai bola panas(istilah kasus bank Century) nasib sang kucing jadi  bulan-bulanan sana sini. Nasib kucing sial. Baca Selengkapnya »

Share on Facebook