Archive dari 'NON ISLAM' Category
NABI Khongcu pada usianya yang ke 50-an mengadakan pengembaraan ke berbagai Negara selama 13 tahun, semasa hidupnya pada jaman Chun Chiu (+/- 500 SM). Dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran “dengan Kebajikan melayani masyarakat, dimulai dari pembinaan diri yang selaras watak sejati, merukunkan keluarga, bertenggang rasa kepada sesama, mengasihi masyarakat, mensejahterakan Negara, dan turut mendamaikan dunia.” Sebagaimana tertulis dalam kitab Cung Yung/ Tengah Sempurna: “Firman Tuhan itulah dinamai Watak Sejati manusia, hidup mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci, bimbingan menempuh Jalan Suci itulah dinamai Agama.” Dan didalam kitab Da-Xue/ Ajaran Besar tertulis: “Inti ajaran Da-Xue adalah menggemilangkan Kebajikan yang bercahaya, mengasihi rakyat, dan bertahan pada puncak kebaikan.” Baca Selengkapnya »
Share on Facebook
Segenap Crew dan Simpatisan JLANPINCANG.COM mengucapkan:
SELAMAT IDUL ADHA 1430 H
Share on Facebook

Seorang Buddha memiliki sifat Cinta Kasih dan Kasih Sayang yang diwujudkan oleh sabda Buddha Gautama, "Penderitaanmu adalah penderitaanku, dan kegembiraanmu adalah kegembiraanku." Manusia adalah pancaran dari semangat Cinta Kasih dan Kasih Sayang yang dapat menuntunnya kepada Pencerahan Sempurna. Baca Selengkapnya »
Share on Facebook
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dalam agama Buddha, Bodhisatva Maitreya adalah buddha yang akan datang. Dalam bahasa Tionghoa, Maitreya terkenal sebagai Mile Pusa (彌勒菩薩).
Dalam agama Buddha diajarkan bahwa buddha merupakan sebuah gelar, sehingga buddha bukanlah menunjuk kepada Buddha Sakyamuni saja. Buddha yang akan datang setelah Buddha Sakyamuni adalah Buddha Maitreya yang sekarang ini masih bergelar sebagai bodhisatva (calon buddha).
Maitreya bertempat tinggal di surga Tusita, yang merupakan tempat tinggal bagi para bodhisatva sebelum mencapai tingkat ke-buddha-an. Buddha Sakyamuni juga bertempat tinggal di sini sebelum terlahir sebagai Siddharta Gautama di dunia.
[sunting]Maitreya dalam literatur
Buddha Gautama bukanlah Buddha yang pertama di dalam masa-dunia ini (masa-dunia atau kalpa; satu kalpa lamanya kurang lebih 4.320.000.000 tahun). Buddha-Buddha sebelumnya adalah Buddha Kakusandha, Buddha Konagamana, Buddha Kassapa, Buddha yang akan datang adalah Buddha Mettaya (Maitreya). DalamCakkavatti-Sihanada Sutta, Sutta ke-26 dari Digha Nikaya dikatakan bahwa Baca Selengkapnya »
Share on Facebook
…yang singkat ”WAKTU”
…yang dekat itu”MATI”
…yang besar itu”NAFSU”
…yang berat itu ”AMANAH”
…yang sulit itu ”IKHLAS”
…yang mudah itu”BERBUAT DOSA”
…yang abadi itu”AMAL KEBAJIKAN”
….yang diinvestigasi itu”AMAL PERBUATAN”
…..yang akan di audit itu”APA YANG KITA MILIKI”
TETAPI ,YANG TERINDAH ITU ,JIKA KITA MAU DAN BISA SALING MEMAAFKAN
SAYA DAN TEMAN2 ”MENGUCAPKAN MINAL AIDIN WAL FAIDZIN ,
MOHON MA’AF LAHIR DAN BATIN 1430 H
Share on Facebook








