This entry was posted on Tuesday, December 8th, 2009 at 08:22 and is filed under JALANPINCANG, NGGAK SERIUS. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
Site Search:
08 December 2009M | 20 Dzulhijjah 1430H jam 08:22
Kami memang latah!
Ketika ada kucing baru-nya pak jebdral A lewat, seorang jendral lain, jendral B karena terkejut mengumpat " kucing cluthak(rakus) ". Anak sang jendral B, mengetahui hal itu ikut-ikutan menyeru"Kucing Cluthak". Setelah Jendral B tahu kalau kucing itu milik si Jendral A, karena malu si Jendral B diam sambil ngeloyor pergi.
Tapi kita memang latah, ketika anak sang jendral B karena terlanjur menyeru " Kucing Cluthak" kita ikut-ikutan mengumpat kucing yang yak tahu apa-apa itu. Ada peraturan terselubung" Sesama jendral tidak boleh saling membantai" yah.. apa boleh buat, bagai bola panas(istilah kasus bank Century) nasib sang kucing jadi bulan-bulanan sana sini. Nasib kucing sial.
Kisah lain.
Dengan hati hati seorang nenek di tuntun oleh seorang santri A melewati jalan berbatu. Santri B merasa dengki, kemudian menyebar isu bahwa sang nenek adalah nenek sihir. Karena kita latah, serta merta kita ikut-ikutan mengatakan "Nenek Sihir" tanpa berani mengucap didepan sang nenek, mungkin kawatir disihir ya..
Kita-kita yang latah, seksama mengamati sang nenek berjalan tertatih tatih, sambil berharap-haran sang nenek terpeleset.
Alhamdulillah… Sang nenek terpeleset, dengan kompak kamipun berseru "Allohu Akbar" sang nenek yang terpeleset kami dorong hingga jatuh dan bersama-sama kami timbuni batu, sambil berseru "Allohu Akbar.. Allohu Akbar…..Alhamdulillah.." Memang Latah…
Lagi..
Pengamen topeng monyet masuk pesantren. Si Monyet dengan sukarela mengibur santri-santri kecil. Mereka sangat terhibur dan gembira melihat kelihaian sang monyet bergoget dan bertingkah. masyarakat luar pesantren juga berdatangan menyaksikan si monyet merjingkrak-jingkrak mengibur dengan ikhlas. Warung-warung jadi ramai.
Meskipun sang pengamen datang di beri sedikit imbalan oleh sang Kyai, tapi sang pengamen lebih gembira melihat santri-santri kecil terhibur. Nah santri besarnya kemana?
Seoarang santri senior berbisik,"Awas flu monyet" , bulu monyet bikin alergi, katanya.Karena kita latah, serta merta mata kita tertuju ke bulu monyet, bukan ke santri-santri kecil yang gembira itu.
Akhirnya monyet lelah juga, karena capek sang monyet sedikit terjungkal...Alhamdullah… Masya Alloh… Allohu Akbar… Awas Monyetnya kena flu, Awas !! Awas !! bulu monyet bikin alergi.. Memang latah..
Ini kisah lagi.
Bertahun-tahun si Tohir dkk berkecimpung menjadi aktifis karang taruna di desa Kurasan. Desa kami bersebelahan dengan desa Kurasan, desa Katrok. Kami juga aktifis karang taruna. Karena kami latah, karang taruna kami seakan-akan sangat besar dan solid. Ketika ada pak camat berkunjung ke desa kami, kami kira beliau adalah Obama sang presiden Amerika, koq tumben… eh nggak tahunya pak camat doang.
Kami tak pernah sadar, kami ini karang taruna kecil.. banget. Mau bikin Website internet saja eker-ekeran dan pecohan terus. Apalagi mau bikin server, mendirikan ISP, wah mimpi ya.. Memang kami hanya aktif di sawah, berteman cangkul dan sabit. Kalau musim tanam habis kami hanya sedikit mengisi kesibukan dengan facebook dan Chatting saja. Ada juga yang suka adu ayam. Ayam masih piyek sudah dikileni agar mau bertarung. Dasar katrok.
Lurah kami prihatin. Suatu hari pak lurah sedikit mengatakan bahwa Si Tohir dan kawan-kawannya akan mengganti Pak camat dengan Lurah desa Kurasan. Kami yang selama ini hanya adem-adem saja, karena latah, mendadak ramai, semua ikut-ikutan menyeru "Si Tohir akan Kudeta" walah…
Karena kami nggak menguasai situasi, yah.. maklum akhirnya hanya ditertawai saja oleh penonton.
Apakah kami semua latah? nggak juga. Ada diantara kami yang punya prinsip dan hati-hati dalam bersikap.
-Anak Jendral A dan Jendarl A sendiri ya pasti nggak latah .
-Santri yang menuntun nenek, ya pasti juga nggak latah.
-santri-santri kecil dan pengamennya.
- yang pasti yang mentertawai(penonton) juga nggak latah. Setahu penonton Pak Lurah desa Katrok hanya mengajurkan untuk berdo'a agar si Tohir dkk tidak jadi dan tidak pernah lagi berencana kudeta.
* APAKAH LATAH INI SUATU PENYAKIT?
Share on Facebookread comments (7)








September 8th, 2010 at 07:02
December 8th, 2009 at 01:29
Akhirnya…
December 8th, 2009 at 13:05
gak paham
December 8th, 2009 at 08:29
Akhirnya…
December 8th, 2009 at 13:24
Alhamdulillah…
February 8th, 2010 at 19:52
Trgantung….
February 9th, 2010 at 19:52
Trgantung….