KERA JADI RAJA

Oleh: Si Pincang
Category JALANPINCANG, NGGAK SERIUS
13 February 2010M | 27 Safar 1431H jam 09:50

 

Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu, tapi tidak sampai mati. Sang Raja Sakit serius. Penghuni hutan rimba jadi gelisah. Mereka sementara tidak mempunyai Raja lagi. Tak berapa lama seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. Pertama yang dicalonkan adalah Macan Tutul, tetapi macan tutul menolak. "Jangan, melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang," ujarnya. "Kalau begitu Badak saja, kau kan amat kuat," kata binatang lain. "Tidak-tidak, penglihatanku kurang baik, aku telah menabrak pohon berkali-kali." "Oh! mungkin Gajah saja yang jadi Raja, badan kau kan besar..", ujar binatang-binatang lain. "Aku tidak bisa berkelahi dan gerakanku amat lambat," sahut gajah.

Binatang-binatang menjadi bingung, mereka belum menemukan raja pengganti. Ketikahendak bubar, tiba-tiba kera berteriak, "Manusia saja yang menjadi raja, ia kan yang sudahmembunuh Singa". "Tidak mungkin," jawab tupai. Coba kalian semua perhatikan aku, aku mirip dengan manusia bukan?, maka akulah yang cocok menjadi raja," ujar kera. Setelah melalui perundingan, penghuni hutan sepakat Kera menjadi raja yang baru. Setelah diangkat menjadi raja, tingkah laku Kera sama sekali tidak seperti Raja. Kerjanya hanya bermalas-malasan sambil menyantap makanan yang lezat-lezat.

Sebetulnya banyak rakyat yang kesal, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak. Suatu hari ada kabar bahwa si Kancil akan bikin onar. Si Kera, yang baru dengar desas desus itu langsung menyeru kepada abdi-abdinya yang setia untuk memusuhi si kancil. Dasar Si Kancil yang cerdik, kesempatan dimanfaatkan oleh Si Kancil. Ketika dimana-mana diberitakan kalau Si Kancil akan bikin onar, justru itulah kesempatan bagi Si Kancil untuk menebar pesona. Satu sisi diberitakan Si Kancil akan bikin onar, satu sisi Kancil makin terkenal.

Ketika Si Singa, Raja yang sakit mendengar Ulah Si Kera. Si Kera ditegor keras karena perbuatannya. Si Kera kebingungan, dasar Si Kera hanya bentuknya saja yang mirip manusia, tapi otaknya tidak. Si Kera hanya sedikit bisa memahami kesalahannya. Dalam kebingungan Si Kera sembunyi, tetap saja, bermalas-malasan dan makan makanan yang lezat-lezat. Abdi-abdi Kera yang sangat bakti padanya, lebih bingung lagi…

Share on Facebook


Tempat Komentar